Bandar Bola Online – Mengungkap Identitas Pelaku Bom Gereja Yang Menewaskan 13 Orang. Minggu pagi 13 April 2018, warga Indonesia dikejutkan dengan adanya Aksi Teror Pengeboman yang terjadi di 3 buah Gereja yang ada di kota Surabaya. Aksi Bom Bunuh Diri tersebut dilakukan secara bergantian mulai dari pukul 07:30 WIB, 07:35 WIB dan terakhir 07:40 WIB.
Dengan terjadinya peristiwa Pengeboman tersebut, makan pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur dibuat sangatlah sibuk pada hari Minggu tersebut. Pihak Kepolisian harus melakukan indetifikasi banyak hal. Mulai dari Julah korban yang Luka-Luka atau Meninggal, hingga mencoba mencari tau identitas dari pelaku pengeboman tersebut.
Berikut ini adalah Berita Terkini dari kejadian Aksi Teror Pengeboman di Surabaya Pagi Tadi :
Tercatat Sebanyak 13 Orang Yang Dinyatakan Meninggal Akibat Aksi Keji Tersebut
Awalnya dikabarkan bahwa hanya sebanyak 3 orang saja yang meninggal dunia akibat aksi pengeboman tersebut. Akan tetapi setelah di lakukan penyelidikan lebih lanjut maka jumlah korban yang dinyatakan meninggal bertambah menjadi 13 orang, yang mana 6 orang diantaranya adalah di duga keras adalah pelaku pengeboman. Sedangkan korban yang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut dikabarkan mencapai 31 orang, dimana saat ini mereka sudah mendapatkan perawatan secara Intensif.

Pelaku Aksi Bom Bunuh Diri Tersebut Diduga Keras Merupakan Satu Keluarga
Dipaparkan oleh Jenderal Polisi Tito Karnavian kepada Beritaterkini77.com, bahwa pelaku aksi Bom Bunuh Diri tersebut berjumlah 6 orang. Mereka adalah satu keluarga besar yang terdiri dari Dita Sopriyanto (Ayah) dan Puji Kuswati (Ibu) dan 4 orang anaknya dengan inisial yaitu YF, FH, FS, dan P.
Kronologi Terjadinya Bom Bunuh Diri Tersebut
Jenderal Polisi Tito Karnavian memberikan sedikit keterangan terkait aksi yang tidak manusiawi tersebut. Yang mana seperti diketahui bersama bahwa terdapat 3 titik lokasi ledakan yang terjadi pada hari Minggu pagi 13 April 2018. Ledakan pertama di Gereja Katolik Santa Maria, selanjutnya Gereja GKI Diponegoro dan terakhir Gereja Pantekosta.
Waktu ledakan yang terjadi berurutan yakni pukul 07:30 WIB, 07:35 WIB dan terakhir 07:40 WIB. Dengan demikian para pelaku sudah saling berbagi tugas ketika hendak melakukan aksi keji tersebut.

Aksi pertama adalah dilakukan oleh sang Ayah yakni Dita Sopriyanto. Dengan menggunakan Mobil Avanza, Dita Sopriyanto menurunkan sang istri yakni Puji Kuswati dengan 2 orang anaknya di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro. Di tempat tersebut Puji Kuswati beserta 2 orang anaknya yang diperkirakan masih berusia 12 tahun dan 9 tahun melakukan aksi bom bunuh diri.
Sedangkan 2 anak lainnya dari pasangan tersangka Bom Bunuh Diri yakni Dita Sopriyanto dan Puji Kuswati. Mereka melakukan Aksi Bom Bunuh Diri dengan menggunakan Sepeda Motor di Gereja Katolik Santa Maria. Sementara sang Ayah melakukan Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Pantekosta dengan menggunakan Mobil Avanza.
Presiden Jokowi Mengunjungi Para Korban Aksi Bom Bunuh Diri
Mendengar adanya kejadian Bom Bunuh Diri tersebut, Bapak Jokowi tidak diam begitu saja. Dirinya langsung melakukan kunjungan untuk meninjau langsung Lokasi dimana tempat kejadian keji tersebut terjadi. Tidak hanya sampai disitu saja, Bapak Jokowi juga langsung melakukan kunjungan kepada para korban yang mengalami luka-luka akibat kejadian naas tersebut di Rumah Sakit.

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa semua biaya pengobatan akan ditanggung oleh Negara. Tidak itu saja, Jokowi juga meminta kepada Pihak Kepolisian Indonesia agar segera mengusut tuntas tentang permasalahan ini dan mencari otak dari aksi tidak terpuji tersebut.